Mesin cuci sudah menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang paling penting di era modern saat ini. Dengan adanya mesin cuci, mencuci pakaian yang dulunya melelahkan kini bisa dilakukan hanya dengan menekan beberapa tombol saja. Akan tetapi, meskipun mesin cuci membantu meringankan pekerjaan, banyak orang tidak menyadari bahwa alat ini juga membutuhkan perhatian dan perawatan agar tetap berfungsi dengan baik. Jika tidak dirawat dengan benar, mesin cuci bisa cepat rusak, mengeluarkan bau tak sedap, atau bahkan membuat pakaian jadi kurang bersih.
Supaya mesin cuci kamu tidak cepat rusak, berikut tips merawat mesin cuci agar awet bertahun-tahun, tetap bersih, dan bekerja secara optimal setiap kali digunakan.
1. Bersihkan Tabung Mesin Cuci Secara Berkala
Banyak orang mengira karena mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian, maka otomatis bagian dalamnya juga selalu bersih. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Sisa deterjen, kotoran dari pakaian, dan endapan air bisa menumpuk di tabung mesin cuci seiring waktu. Akibatnya, muncul bau apek dan bahkan jamur yang bisa menempel di pakaian.
Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan tabung minimal sebulan sekali. Caranya mudah: jalankan mesin cuci dalam mode “wash” tanpa pakaian dengan air panas, lalu tambahkan campuran cuka putih dan baking soda. Cuka akan membantu membunuh bakteri serta melarutkan kerak, sementara baking soda menghilangkan bau tak sedap. Setelah itu, bilas sekali lagi dengan air bersih untuk hasil maksimal.
Jika mesin cuci kamu sudah dilengkapi dengan fitur “tub clean”, manfaatkan fitur tersebut secara rutin agar tabung tetap higienis.
2. Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Pakaian
Salah satu kesalahan paling umum adalah memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam mesin cuci. Banyak orang melakukannya karena ingin menghemat waktu, padahal kebiasaan ini justru memperpendek usia mesin.
Beban cucian yang berlebihan membuat motor dan poros mesin bekerja terlalu keras. Selain itu, pakaian juga tidak akan bersih sempurna karena air dan deterjen tidak dapat beredar dengan baik di antara tumpukan kain.
Idealnya, isi mesin cuci hanya sekitar 70–80% dari kapasitas maksimum. Berikan ruang bagi air untuk berputar agar proses pencucian lebih efisien. Selain membuat mesin cuci awet, hasil cucian pun akan lebih bersih dan wangi.
3. Gunakan Deterjen yang Tepat
Setiap jenis mesin cuci memiliki kebutuhan deterjen yang berbeda. Mesin cuci front load umumnya membutuhkan deterjen khusus dengan busa rendah, sedangkan mesin cuci top load bisa menggunakan deterjen biasa dengan busa lebih banyak.
Menggunakan deterjen yang tidak sesuai bisa menimbulkan banyak busa yang justru merusak sensor atau sistem pembuangan air mesin. Selain itu, sisa busa yang menempel di dinding tabung juga dapat menyebabkan bau tidak sedap dan penumpukan residu.
Penting juga untuk tidak menuangkan deterjen secara berlebihan. Banyak orang mengira semakin banyak deterjen, semakin bersih hasil cucian. Padahal, sisa deterjen yang tidak larut sempurna justru bisa menempel pada pakaian dan mengganggu kinerja mesin dalam jangka panjang.
4. Bersihkan Filter dan Karet Pintu
Khusus untuk mesin cuci otomatis, bagian filter dan karet pintu (seal) sering menjadi tempat menumpuknya kotoran, serat kain, atau sisa air yang bisa menyebabkan jamur.
Setiap satu hingga dua minggu, periksa dan bersihkan bagian ini menggunakan kain lembap. Jika perlu, gunakan sedikit cuka atau cairan pembersih lembut untuk menghilangkan jamur yang menempel.
Pada mesin cuci front load, bagian karet di sekitar pintu sangat penting untuk dicek karena sering menyimpan air sisa. Pastikan kamu mengeringkannya setelah mencuci agar tidak lembap dan berjamur.
Perawatan kecil ini terlihat sepele, tetapi bisa sangat berpengaruh terhadap umur mesin cuci dan kebersihan pakaian yang dicuci.
5. Jaga Sirkulasi dan Posisi Mesin Cuci
Lokasi penempatan mesin cuci juga memengaruhi ketahanannya. Hindari meletakkan mesin cuci di tempat yang terlalu lembap atau terkena sinar matahari langsung. Kelembapan tinggi dapat mempercepat korosi pada bagian logam dan merusak sirkuit elektronik di dalam mesin.
Pastikan mesin cuci diletakkan di permukaan yang rata dan kokoh. Mesin yang miring bisa menyebabkan getaran berlebih saat proses putaran cepat (spin), yang lambat laun dapat merusak motor dan bantalan dalam mesin.
Selain itu, pastikan ada ruang di sekitar mesin untuk ventilasi udara agar panas yang dihasilkan saat mencuci dapat keluar dengan baik. Mesin yang dibiarkan terlalu panas berisiko mengalami gangguan pada komponen elektroniknya.
6. Perhatikan Selang Air dan Saluran Pembuangan
Selang air masuk dan pembuangan sering diabaikan padahal memiliki peran penting. Jika selang air tersumbat atau bocor, aliran air ke mesin cuci bisa terganggu. Begitu juga jika selang pembuangan tersumbat, air kotor tidak dapat keluar sepenuhnya dan bisa menyebabkan bau tak sedap di dalam mesin.
Periksa kondisi selang minimal setiap tiga bulan. Pastikan tidak ada lipatan, kerak, atau retakan pada selang. Jika kamu melihat tanda-tanda aus atau kebocoran kecil, segera ganti sebelum menimbulkan masalah lebih besar.
Selain itu, sesekali bilas saluran pembuangan dengan air panas untuk mencegah endapan deterjen dan kotoran menumpuk di dalamnya.
7. Matikan dan Biarkan Mesin Kering Setelah Digunakan
Setelah selesai mencuci, biasakan untuk membuka pintu mesin cuci selama beberapa jam agar bagian dalamnya benar-benar kering. Ini penting untuk mencegah jamur, bau apek, dan kelembapan berlebih yang dapat merusak bagian logam dan karet.
Jangan lupa juga cabut kabel listrik saat mesin tidak digunakan. Selain menghemat energi, langkah ini dapat melindungi mesin dari lonjakan arus listrik atau petir yang bisa merusak sistem elektronik.
Jika kamu tinggal di area yang lembap, pertimbangkan untuk menempatkan dehumidifier kecil atau wadah berisi silica gel di sekitar mesin untuk membantu menyerap kelembapan udara.
Penutup
Merawat mesin cuci bukanlah hal yang rumit, tetapi sering diabaikan karena terlihat sepele. Padahal, dengan kebiasaan sederhana seperti membersihkan tabung, menggunakan deterjen yang tepat, menjaga posisi mesin, dan memastikan sirkulasi udara yang baik, kamu bisa memperpanjang umur mesin hingga bertahun-tahun.
Mesin cuci yang dirawat dengan baik tidak hanya lebih awet, tetapi juga menghasilkan cucian yang lebih bersih, harum, dan higienis. Jadi, mulai sekarang, jangan hanya fokus pada hasil cucian yang bersih tapi juga pada kebersihan dan kesehatan mesin cucinya. Dengan begitu, investasi kamu untuk membeli mesin cuci akan tetap bernilai dalam jangka panjang.