Banyak orang merasa sudah “benar” saat mencuci pakaian. pakai detergen bagus, mesin cuci modern, bahkan pewangi favorit. Tapi anehnya, pakaian tetap cepat kusam, melar, atau rusak sebelum waktunya.
Masalahnya sering bukan di alat atau produknya, tapi di kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Berikut tiga kesalahan mencuci yang jarang disadari, tapi dampaknya besar.
1. Langsung Mencuci Tanpa Menyiapkan Pakaian
Kebiasaan ini sangat umum pakaian kotor langsung dilempar ke mesin cuci, lalu tombol ditekan. Padahal, detail kecil seperti resleting, kancing, dan posisi pakaian sangat memengaruhi umur kain.
Resleting yang terbuka bisa mengait serat pakaian lain. Kancing yang tidak dilepas bisa tertarik dan merusak jahitan. Pakaian yang tidak dibalik membuat bagian luar lebih cepat pudar karena gesekan langsung dengan mesin.
Solusinya sederhana:
Sebelum mencuci, balik pakaian, tutup resleting, lepaskan aksesori, dan rapikan bagian yang mudah rusak. Langkah ini hanya butuh satu menit, tapi bisa memperpanjang usia pakaian berbulan-bulan.
2. Terlalu Sering Mencuci Pakaian yang “Tidak Terlalu Kotor”
Tidak semua pakaian harus langsung dicuci setelah sekali pakai. Namun banyak orang mencuci berdasarkan kebiasaan, bukan kebutuhan.
Kaos yang hanya dipakai sebentar di ruangan ber-AC, jaket yang tidak terkena keringat, atau celana yang masih bersih sebenarnya tidak selalu perlu dicuci. Setiap proses pencucian menyebabkan gesekan, tarikan, dan paparan bahan kimia yang membuat serat kain perlahan aus.
Akibatnya, pakaian terlihat “capek” sebelum waktunya.
Solusinya:
Belajar membedakan pakaian yang memang perlu dicuci dan yang cukup diangin-anginkan. Mengurangi frekuensi mencuci bukan berarti jorok, tapi justru lebih bijak dan ramah pada pakaian.
3. Mengira Wangi Berarti Bersih
Ini kesalahan paling menipu. Banyak pakaian tercium harum, tapi sebenarnya masih menyimpan residu detergen atau bakteri. Pewangi hanya menutupi bau, bukan membersihkan.
Terlalu banyak detergen atau bilasan yang kurang bersih justru membuat sisa sabun menempel di kain. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan bau apek yang muncul kembali saat pakaian lembap.
Solusinya
Fokus pada kebersihan, bukan aroma. Gunakan detergen secukupnya, pastikan bilasan optimal, dan jemur pakaian di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Pakaian yang benar-benar bersih akan tetap nyaman meski tanpa wangi berlebihan.
Penutup
Merawat pakaian bukan soal produk mahal atau mesin canggih, tapi soal kesadaran pada kebiasaan kecil. Tiga kesalahan di atas sering dilakukan tanpa sadar, sampai akhirnya kita berkata, “Pantes bajuku cepat rusak.”